5. Studi Kasus
“Eksistensi dan Media Sosial Presiden Indonesia Joko
Widodo”
Aktifitas
media sosial yang kerap dilakukan Jokowi selaku presiden RI merupakan aktiftas
yang dapat dikatakan istimewa. Ditengah kesibukan dan agenda padat seorang
presiden Jokowi menyempatkan dirinya untuk berinteraksi dengan seluruh
masyarakat Indonesia yang menjadi pengikutnya. Aktifitas media sosial di Twitter, Youtube Instagram dan Facebook
disebut sebagai sebuah Komunikasi Politik Digital (Berita Satu, 2016).
Pola komunikasi digital merupakan sebuah
cara yang dilakukan oleh jokowi untuk memperlihatkan kegiatan dan kondisi dari
pemerintahan yang dipimpinnya secara garis besar. Pemanfaatan media sosial yang
dilakukan oleh jokowi merupakan salah satu bentuk upaya penyampaian kepada
publik mengenai bentuk kegiatan yang tentu saja akan banyak menuai respon baik
positif maupun negatif. Pola komunikasi inilah yang tentunya sangat membantu
masyarakat bersimpati dan juga membantu menyebarluaskan informasi yang selama
ini terkesan tertutup mengenai kepresidenan.
Pemanfaatan komunikasi secara politik
ini tentunya menuai respon positif dan negaif dari kubu pro dan kontra presiden
Jokowi. Dilihat dari setiap postingan Jokowi terliat bagaimana dirinya ingin
memperlihatkan “sisi lain” dari aktifitas kepresidenan. Bagaimana kedekatannya
dengan keluarganya dan juga bagaimana aktivitasnya selain sedang menjalankan
tanggung jawab yang diberikan negara. Sebagian menganggap hal tersebut sangat
penting karena sebagai sebuah pengetahuan mengenai aktifitas yang dilakukan
oleh pemimpin negara. Sebagian mengganggap hal tersebut tidak penting untuk
dibagikan dan merasa terlalu mencari perhatian. Melalui hal ini dapat dilihat
bagaimana sebuah aktivitas media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sebuah komunikasi
politik untuk mendapatkan dukungan dan juga simpati dari berbagai pihak. Sikap
yang interaktif lebih disukai oleh khalayak karna dinilai peduli akan kebutuhan
informasi yang selama ini jarang diketahui oleh khalayak.
Daftar Pustaka : Sejarah Media Sosial, Karakteristik Media Sosial, Klasifikasi Media Sosial,Studi Kasus Media Sosial.
Berita Satu. (2016). Jokowi dan Pola Komunikasi
Politik Digital. Berita Satu.com. diakses pada
24 April 2017 http://www.beritasatu.com/pelangi-ramadan-2016/nasional/367257-jokowi-dan-pola-komunikasi-politik-digital.html
Hamid, U. (2015). Digital
Nation Movement : Dinamo. Yogyakarta:Bentang Pustaka.
Joosten,
T. (2012). Social
Media for Educators: Strategy and Best Practice. USA: Joosey Bass a
Wiley Imprint.
Kaplan, A.M&Haenlein, M.(2010) "Users
of the world, unite! The challenges and opportunities
of
Social Media".
Business Horizons 53(1): 59–68.
Magdalena, M. (2010). Public Relations Ala Wimar. Jakarta: Grasindo.
Mulyati, A. (2014).
Panduan Optimalisasi Media Sosial untuk
Kementerian Perdagangan RI.
Jakarta
: Kementrian Perdagangan RI.
Purnama, H. (2011).
Media Sosial di Era Pemasaran 3.0.
Corporate and Marketing
Communication. Jakarta: Pusat
Studi Komunikasi dan Bisnis Program Pasca
Sarjana
Universitas Mercu Buana.Pp 107-124.
Santoso, W.M. (2016). Ilmu Sosial
di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan. Jakarta: Yayasan
Obor Indonesia.
Suhartanto, dkk. (2010). Technopreunership:
Strategi Penting dalam Bisnis Berbasis Teknologi.
Jakarta: Gramedia.
Tashandara, N. (2017). Media Sosial, Penyebaran “Hoax” dan Budaya
Berbagi. Kompas Online.
Diakses pada 24 April 2017 http://nasional.kompas.com/read/2017/02/14/09055481/media.sosial.penyebaran.hoax.dan.budaya.berbagi.
Wiwithermanto. (2016). Pemanfaatan Media Sosial dalam Memberi
Pelayanan Informasi Bagi
Publik. Kebudayaan.
Kemdigbud.go.id diakses pada 24 April 2017 http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpsmpsangiran/2016/08/20/pemanfaatan-media-sosial-dalam-memberi-pelayanan-informasi-bagi-publik/