Selasa, 02 Mei 2017

Studi Kasus Media Sosial

5.   Studi Kasus
“Eksistensi dan Media Sosial Presiden Indonesia Joko Widodo”
Aktifitas media sosial yang kerap dilakukan Jokowi selaku presiden RI merupakan aktiftas yang dapat dikatakan istimewa. Ditengah kesibukan dan agenda padat seorang presiden Jokowi menyempatkan dirinya untuk berinteraksi dengan seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi pengikutnya. Aktifitas media sosial di Twitter, Youtube Instagram dan Facebook disebut sebagai sebuah Komunikasi Politik Digital (Berita Satu, 2016).
        Pola komunikasi digital merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh jokowi untuk memperlihatkan kegiatan dan kondisi dari pemerintahan yang dipimpinnya secara garis besar. Pemanfaatan media sosial yang dilakukan oleh jokowi merupakan salah satu bentuk upaya penyampaian kepada publik mengenai bentuk kegiatan yang tentu saja akan banyak menuai respon baik positif maupun negatif. Pola komunikasi inilah yang tentunya sangat membantu masyarakat bersimpati dan juga membantu menyebarluaskan informasi yang selama ini terkesan tertutup mengenai kepresidenan.

        Pemanfaatan komunikasi secara politik ini tentunya menuai respon positif dan negaif dari kubu pro dan kontra presiden Jokowi. Dilihat dari setiap postingan Jokowi terliat bagaimana dirinya ingin memperlihatkan “sisi lain” dari aktifitas kepresidenan. Bagaimana kedekatannya dengan keluarganya dan juga bagaimana aktivitasnya selain sedang menjalankan tanggung jawab yang diberikan negara. Sebagian menganggap hal tersebut sangat penting karena sebagai sebuah pengetahuan mengenai aktifitas yang dilakukan oleh pemimpin negara. Sebagian mengganggap hal tersebut tidak penting untuk dibagikan dan merasa terlalu mencari perhatian. Melalui hal ini dapat dilihat bagaimana sebuah aktivitas media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sebuah komunikasi politik untuk mendapatkan dukungan dan juga simpati dari berbagai pihak. Sikap yang interaktif lebih disukai oleh khalayak karna dinilai peduli akan kebutuhan informasi yang selama ini jarang diketahui oleh khalayak.

Daftar Pustaka : Sejarah Media Sosial, Karakteristik Media Sosial, Klasifikasi Media Sosial,Studi Kasus Media Sosial.

Berita Satu. (2016). Jokowi dan Pola Komunikasi Politik Digital. Berita Satu.com. diakses pada
Hamid, U. (2015). Digital Nation Movement : Dinamo. Yogyakarta:Bentang Pustaka.
Joosten, T. (2012). Social Media for Educators: Strategy and Best Practice. USA: Joosey Bass a
Wiley Imprint.
Kaplan, A.M&Haenlein, M.(2010) "Users of the world, unite! The challenges and opportunities
of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68.

Magdalena, M. (2010). Public Relations Ala Wimar. Jakarta: Grasindo.

Mulyati, A. (2014). Panduan Optimalisasi Media Sosial  untuk Kementerian Perdagangan RI.
Jakarta : Kementrian Perdagangan RI.
Purnama, H. (2011). Media Sosial di Era Pemasaran 3.0. Corporate and Marketing
Communication. Jakarta: Pusat Studi Komunikasi dan Bisnis Program Pasca 
Sarjana Universitas Mercu Buana.Pp 107-124.
Santoso, W.M. (2016). Ilmu Sosial di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan. Jakarta: Yayasan
Obor Indonesia.
Suhartanto, dkk. (2010). Technopreunership: Strategi Penting dalam Bisnis Berbasis Teknologi.
Jakarta: Gramedia.
Tashandara, N. (2017). Media Sosial, Penyebaran “Hoax” dan Budaya Berbagi. Kompas Online.
Wiwithermanto.  (2016).  Pemanfaatan Media Sosial dalam Memberi Pelayanan Informasi Bagi

Pemanfaatan Media Sosial


4.      Pemanfaatan media Sosial dalam Proses komunikasi saat ini
Media sosial sebagai sebuah alat komunikasi masa kini sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai sebuah media perantara interaksi antar manusia. Media sosial dinilai sebagai sebuah lautan yang menghubungkan satu manusia kepada manusia lain (Magdalena, 2010:32). Keberadaan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sebuah sarana komunikasi atau penyebaran informasi yang memungkinkan koneksi secara virtual. Media sosial sebagai sebuah sarana komunikasi massa pada dasarnya berbeda dari segi pemanfaatan dibandingkan dengan media massa lain. Media sosial pada dasarnya lebih fokus dengan upaya penyebaran informai dengan menggunakan pola interaksi antar penggunanya.
            Sesuai dengan perkembangan dari media sosial jelas terbentuk sebuah perkembangan dari pemanfaatan media sosial yang tidak lagi berfungsi sebagai alat interaksi antar satu inividu dengan individu lain. Media sosial belakangan ini mendukung beberapa hal yang tidak lagi berkaitan dengan aktiifitas chit-chat ataupun hanya sekedar membuat link baru dengan orang-orang yang belum dikenal. Pemanfaatan media dapat dilihat berdasarkan bidang besar yang ada di dunia yakni bidang pendidikan, politik, bisnis, sosial dan budaya, dan penyebaran informasi (Wiwithermanto, 2016).
1.      Pendidikan
Media sosial jelas sangat memiliki peranan yang sangat penting dalam ranah pendidikan, Joosten (2012:18) menyebutkan bahwa media sosial merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk membuat adanya nuansa-nuansa yang “surprise”. Nuansa ini dimaksudkan untuk membuat pengajaran dan situasi belajar menjadi lebih menyenangkan dan juga dapat lebih terasa modern. Media sosial dapat dibangun menjadi sebuah fasilitas yang memberikan dampak yang baik bagi guru dan murid untuk saling memberikan feedback terkait mata pelajaran. Strategi memasukan media sosial dinilai sebagai sebuah adaptasi untuk melakukan sebuah  pendekatan dengan murid di zaman digitalisasi.
2.      Politik
Santoso (2016:439) menyebutkan bahwa sebagai bagian dari proses modernisasi maka media sosial saat ini pemanfaatannya adalah sebagai sebuah platform ataupun sebuah alat untuk mengutarakan segala jenis aspirasi mulai dari masyarakat biasa sampai pada para pemegang kekuasaan. Pemanfaatan media sosial dalam ranah politik sekit menyinggung mengenai bagaimana sebuah media sosial digunakan sebagai wacana publik dan komunikasi kepada masyarakat terhadap momen-momen politik yang terjadi. Contohnya kampanye pmeilihan umum Presiden ataupun Gubernur. Hal-hal ini adalah bentuk sebuah ajakan untuk memaksakan bagaimana secara tidak langsung media sosial sebagai sebuah alat untuk “mempengaruhi” para penggunanya. Santoso (2016:439) menyebutkan bahwa media sosial dapat dikatakan sebgai sebuah “arena politik” karena melihat bagaimana penggalakan interaksi secara politik dilakukan untuk mencari perhatian dari masyarakat atas nama kebebasan menuangkan pendapat di media sosial.
3.      Bisnis
Media sosial pada ranah ini digunakan sebagai sebuah sarana dalam menciptakan komunikasi bisnis. Bisnis merupakan sebuah pekerjaan yang sangat membutuhkan taktik-taktik serta strategi yang baru untuk memberikan sebuh keberhasilan dalam proses pelaksanaannya. Media sosial merupakan sebuah bentuk dari perkembangan teknologi yang hadir dengan kekuatan yang mampu memberikan dampak yang cukup kuat dalam dunia bisnis. Media sosial berpeluang besar untuk memberikan dampak baik bagi dunia bisnis karena sifatnya yang luas dengan jangkauan yang tidak terbatas (Suhartanto, Dkk.. 2012:122). Memanfaatkan media sosial dalam dunia bisnis dapat memperluas strategi dan menjangkau target sasaran utama sampai pada target sasaran tidak terduga. Media sosial juga memungkinkan dunia bisnis untuk menampilkan tren atau kebutuhan terbarunya hal inilah yang dapat dipelajari oleh masing-masing penggalak dunia bisnis untuk membuat bisnisnya semakin berkembang.
4.      Sosial dan Budaya
Berkaitan dengan kehadiran globalisasi, media sosial merupakan perantara yang ada ketika proses pertukaran atau dapat disebut pergantian bagian sosial dan budaya dari sebuah masyarakat. Berbarengan dengan adanya globalisasi maka media sosial adalah alat ketika budaya negara luar berpindah atau diadaptasi oleh sebuah negara, begitu pula kehidupan sosial yang jelas lebih mudah dilakukan karena adanya sebuah perantara yang berperan sangat baik untuk mengantarkan individu kepada proses interaksi sosial yang mudah dan instans (Hamid, 2015:223). Media sosial membantu masyarakat untuk mengenal dan,mencoba sebuah budaya dan pola interaksi yang berbeda. Proses interaksi instan merupakan ciri khas dari pemanfaatan sosial budaya yang terjadi ketika media sosial mulai menjamur dikalangan masyarakat umum.
5.      Penyebaran informasi

Media sosial pada hakikatnya dibentuk agar terjadi pola pertukaran informasi yang lebih berjalan dengan baik. Penyebaran informasi dalam media sosial pada dasarnya terjadi karena ada sebuah hukum timbal-balik (Tashandra, 2017). Hal ini memiliki arti bahwa sebuah umpan akan respon sebagai sebuah cara untuk menanggapi hal yang berkenaan dengan informasi yang tersedia. Respon dan timbal balik merupakan sebuah pola yang terjadi dalam upaya penyebaran informasi. Penyebaran informasi juga terjadi ketika sesuatu yang viral disebarluaskan dalam bentuk postingan yang fit dengan bahasa dan ukuran media sosial, hal inilah yang terjadi atas bermunculannya akun berita di media sosial belakangan ini. 

Klasifikasi Media Sosial


1.         Klasifikasi Media Sosial
Kaplan dan Haenlein (2010: 62-64) membagi media sosial menjadi 6 klasifikasi yakni:
1.      Collaborative Project
Merupakan jenis media sosial yang dapat diubah isi dan kontennya berdasarkan sebuah suntingan atau editor yang merasa konten didalamnya tidak benar atau kurang benar. Media sosial jenis ini juga diurutkan atau dikumpulkan berdasarkan konten isi media sosial tersebut. Contohnya Wikipedia.
2.      Blogs
Merupakan jenis sosial media yang memiiki konten yang variatif tergantung dengan bagaimana penggunanya ingin mengisi atau memberikan ciri khas terhadap blog yang dimilikinya. Blog bersifat variatif dikarenakan penggunanya bebas mengisi hal apapun di dalamnya, dapat berupa sebuah tips atau trick, dapat berupa ilmu pengetahuan, dapat berupa sebuah isi curahan pribadi atau agenda perjalanan, atau bahkan hal yang berkaitan dengan perusahaan ataupun organisasi. Blogs dapat memuat segala konten dan juga variasi desain tergantung dari bagaimana pengguna mendesain blog yang dimilikinya. Perusahaan atau organisasi mendesain blog dengan sangat professional ditambah dengan profil perusahaan atau organisasi. Contohnya blogspot, wordpress, kaskus, blogsome dan lain-lain.



3.      Content communities
Merupakan sebuah media sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi apapun, baik berupa video, gambar, musik, dokumen, maupun file apapun  yang dapat dibagikan oleh pengguna lainnya. Contohnya youtube, filckr, slideshare, instagram dan lain-lain.
4.      Social networking sites
Merupakan media sosial yang banyak digunakan oleh individu yang ingin berinteraksi dengan individu lain. Media sosial ini memungkinkan untuk membagikan sesuatu yang dapat dibagikan oleh orang lain dan dianggap sebagai sebuah aktifitas interaksi sosial. Media sosial ini memungkinkan individu untuk menulis informasi terkait diri pribadi, apa yang dirasakan dan juga hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas yang sedang dilakukan. Contohnya facebook, twitter, myspace, dan lain-lain.
5.      Virtual game world
Merupakan media sosial yang membuat seorang individu yang terbentuk dalam lingkungan 3D (game online) dan muncul  serta berinterksi dengan orang lain dalam personalisasi bentuk avatar yang diinginkan. Virtual game world memungkinkan pengguna menjadi apapun yang diinginkan sesuai dengan dimana dirinya menempatakan diri. Avatar yang dipilih dapat berupa penyihir, pemburu naga, perampok atau tokoh-tokoh lain yang diinginkan oleh pengguna. Contonya adalah dota dan sejenisnya.
6.      Virtual social world
Merupakan media sosial yang sedikit berkebalikan dengan virtual game world, yakni penggunanya memperlihatkan diri dengan avatar-avatar yang mirip dengan kehidupan aslinya. Pengguna berinteraksi dengan lingkungan 3D dengan pengguna lain dengan membuat dirinya terlihat benar-benar asli dengan kehidupannya didunia nyata kebanyakan digunakan untuk melakukan ecommarce. Contohnya ebay, alibaba, dan lain-lain.


Karakteristik Media Sosial

1.      Karakteristik Media Sosial
Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh media sosial antara lain adalah (Purnama, 2011: 216) :
1.      Jangkuan: daya jangkauan media sosial mencakup skala kecil hingga khalayak global
Media sosial tidak memiliki batasan atas siapa saja orang yang dapat berinteraksi dengan individu, media sosial lebih kepada mengklasifikasikan orang-orang yang terdekat dengan individu. Media sosial digunakan oleh sebagian besar masyarakat didunia oleh sebab itu maka media sosial memiliki cakupan yang besar dan luas terhadap seluruh pengguna didunia.
2.      Aksesibilitas: media sosial lebih mudah diakses dengan biaya yang terjangkau.
Karakteristik yang kedua adalah hal yang paling mencolok dari media sosial sebagai sebuah alat komunikasi massa dibandingkan dengan media massa yang lain. Kemudahan dari segi pengaksesan dan juga pemasangan di setiap smartphone adalah sebuah keunggulan dari media sosial yang mencolok.
3.      Penggunaan: media sosial relatif mudah digunakan karena tidak memerlukan ketrampilan dan pelatihan khusus.
Penggunaan media sosial sebagai sebuah alat interaksi sangat simpel dan juga tidak perlu memakan waktu yang lama. Media sosial dapat dipelajari penggunannya dengan waktu yang sangat singkat karenanya media sosial dapat digunakan oleh siapa saja.
4.      Aktualitas: media sosial dapat memancing respon khalayak lebih cepat.
Akses media sosial yang mudah dan cepat membuat segala aktifitas yang dilakukan menjadi sangat mudah mendapatkan respon, hal ini dikarenakan adanya sebuah keterikatan dan link yang menghubungkan pengguna media sosial yang satu dengan yang lainnya. Contohnya aktifitas dalam menyampaikan kritik ataupun cerita mengenai kejadian-kejadian viral yang dapat memancing timbulnya pendapat. Hal ini akan sangat cepat mendapat respon karena media sosial cepat memperbaharui informasi yang dibagikan oleh pengguna.
5.      Tetap: mudah dalam melakukan proses pengeditan dalam media sosial

Media sosial memberikan kemudahaan bagi setiap pengguna yang akan melakukan sunting terhadap hal apa saja yang dibagikan. Berbeda dengan media massa Koran yang apabila sudah tercetak ataupun terbit kekhalayak disadari terdapat kesalahan, maka akan sangat sulit untuk melakukan sunting atau pengeditan terhadap kesalahan yang ada. Media sosial yang bersifat sangat privasi sehingga apapun kesalahan yang telah diposting dapat diperbaharui kembali dengan mudah. 

Sejarah Media Sosial


1.      Sejarah Media Sosial
            Media sosial yang ada pada saat ini merupakan sebuah perkembangan mutakhir dari tenknologi-tenologi web baru yang berbasis internet, yang dapat memudahkan semua orang  untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi saling  berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Media sosial marak digunakan sebagai sebuah sarana untuk berinteraksi tentunya terdapat sejarah yang memulai diciptakannya sebuah sosial media.
            Sejarah media sosial ini dimulai pada era 70-an, tepatnya tahun 1978, saat sistem papan buletin atau bulletin board system (BBS) ditemukan oleh Ward Christensen dan Randy Suess yang merupakan pecinta dunia komputer (Mulyati, 2014:19). Sistem papan ini memungkinkan pengguna (user) untuk bisa berhubungan dengan orang lain memakai surat elektronik atau pun mengunggah dan mengunduh melalui perangkat lunak yang tersedia saat itu. Ini merupakan awal sebuah komunitas virtual dalam lingkup terbatas. Saat itu konektivitas internet berlangsung hanya menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.
Pada tahun 1984 diperkenalkan  layanan online Prodigy dan tumbuh menjadi penyedia layanan online terbesar kedua pada era tahun 1990-an yang mana pelanggannya saat itu mencapai 465.000, sedangkan CompuServe 600.000 pelanggan, kemudian pada tahun 1994 Prodigy menjual koneksi dial-up ke World Wide Web dan layanan hosting web, serta kini menjadi bagian dari AT&T (Mulyati, 2014:20). Pada tahun 1990-an ini muncul juga situs GeoCities dan Classmates.com  serta Sixdegree.com yang dinilai sebagai kelahiran dari sistem  jejaring sosial pertama, karena lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial ketimbang Classmates.com. tidak hanya itu muncul situs yang dapat digunakan untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. Situs ini memberi peluang kepada penggunanya untuk dapat membuat halaman situs sendiri. Dengan demikian pengguna Blogger bisa memuat halaman blognya dengan berbgai informasi, seperti hal atau pengalaman bersifat pribadi dan ide, kritik serta pendapatnya mengenai suatu topik persoalan yang sedang hangat.

            Pada 2002, muncul Friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh. Konektivitas dalam jaringan maya menjadi awal untuk kemudian dapat disusul dengan temu darat. Oleh karena itu, situs ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan. Friendster menjadi booming dan kehadirannya begitu fenomenal. Kemudian mulai muncul berbagai media sosial dengan berbagai karakter serta kelebihan masing-masing  seperti Linkedln, MySpace, Facebook, Twitter, Wiser dan media sosial yang terbaru saat ini seperti Ask.Fm, Snapchat, Path, Line, Instagram dan lain-lain.